Antara Ummi, Abang dan Dede Utun… :)

Bismillah… 26 Januari 2017

Hari ini keluarga kecil kami ke kampus. Saya dan suami yang masih berstatus sebagai mahasiswa, sudah menjadi kebiasaan kami sejak Kemi lahir, ke mana-mana selalu ikut serta bahkan ketika ngampus. Seperti hari ini, ada beberapa agenda yang akan kami lakukan, di antaranya ke kampus (ayah ada janji bimbingan) dan ke dokter kandungan untuk menjenguk dede utun.

Ketika berada di kampus, seperti biasa, Kemi sangat aktif dan ga bisa duduk diam. Usia seperti Kemi memang masanya bereksplorasi, kesana kemari seakan-akan tenaga yang tersimpan sangat banyak dan ga akan habis. Bahkan tanpa segan-segan Kemi juga guling-guling di lantai -_-“

Hampir dua jam kami menunggu di depan ruangan dosen pembimbing ayah. Terlihat masih ada seorang mahasiswa yang juga sedang bimbingan dengan beliau. Ternyata yang sedang bimbingan adalah salah satu teman kami juga. Setelah keluar dari ruangan dosen pembimbing, ayah pun masuk dan teman kami tersebut menghampiri saya dan Kemi.

Di saat teman kami menghampiri, beliau mengajak Kemi untuk mengobrol tetapi Kemi nya cuek aja kesana kemari tidak menanggapi. Mungkin gemes, temen kami itu langsung menangkap Kemi dan menggendong sehingga Kemi langsung teriak menangis -_-“ dan langsung dipindahtangankan ke saya.

Ternyata setelah kejadian itu, Kemi tidak mau turun lagi dan terus digendong walaupun teman kami tersebut sudah pamit pulang. Mungkin saja karena dari pagi sudah beraktivitas sehingga sudah terasa capek dan juga sudah masuk waktu tidur siangnya. Kubawa duduk sambil terus digendong dipangkuan.

Di moment itu, aku memanfaatkannya untuk mengsounding Kemi dan mencoba untuk berdiskusi mengenai perihal agenda yang akan kami lakukan selanjutnya yaitu ke dokter kandungan. Aku mulai bertanya “Kemi mau lihat dede utun nggak?” Kemi menjawab mau dengan tetap sambil digendong duduk dan memelukku. Aku kembali bertanya posisi dede utunnya sekarang ada di mana dan dia menjawab di perut ummi sambil memegang perutku. Kemudian aku melanjutkan “iya, selesai ayah bimbingan kita ke oma dokter ya lihat dede utunnya”. Kemi menjawab singkat dengan mengiyakan. Selanjutnya aku bilang ke Kemi jika nanti oma dokter pegang-pegang perut umi ga apa-apa ya? Biar kita bisa lihat dede utun yang ada di dalam perut. Berbeda dengan jawaban sebelum2nya, Kemi menjawab nggak (pengalaman sebelumnya ketika dokternya memegang saya Kemi langsung teriak nangis sambil bilang nggaaaaak :D’ ).

Aku terus saja bertanya kenapa dan kenapa dan juga menjelaskan menyesuaikan daya tangkap Kemi kenapa oma dokter periksa saya dan oma dokter yang bisa membantu untuk melihat dede utun yang ada di dalam perut. Akhirnya Kemi bilang iya dan sayang umi sambil mengelus pipi saya….. Salah satu moment yang membuat saya haru…

Selanjutnya kami terus berdiskusi kelak ketika dede utunnya udah keluar dari perut ummi, bang Kemi yang membantu ummi untuk menjaga dede, mengambilkan popok, dan sebagainya… tetapi, jawaban Kemi yang paling semangat adalah nyuapin dede mamam (hmmm mungkin karena bang Kemi doyan makan) :D’

cymera_20170126_095537

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s