Maaf Buatmu Nak…

Bismillah….29 Januari 2017

Salah satu kondisi tidak fit yang sering menghampiri Kemi yaitu batuk pilek. Seperti saat ini, sudah beberapa hari batpil menghampiri anak kami. hari ini sudah direncanakan dari pekan kemarin mau ikutan playdate HEbAT Cimahi, tetapi qadarullah kondisi yang tidak memungkinkan ditambah juga angina berhembus kencang disertai dengan hujan yang tak kunjung berhenti semenjak subuh.

Ketika bangun tidur, Kemi dengan bahasanya yang masih terputus-putus dan terkadang hanya umi dan ayahnya yang paham, sudah berulang kali mengatakan akan ketemu teman-teman dan menangkap ikan. Huff, ada rasa bersalah di hati ini karena kegiatan tersebut tidak akan bisa diikutinya -_-“

Hari ini aku benar-benar ngerasa bersalah karena semenjak beberapa saat yang lalu aku sudah berkoar-koar ke Kemi bahwa hari ini dia akan ketemu teman-teman untuk menangkap ikan. Dan ternyata dia ingat. Selain itu, perasaaan bersalahku didominasi juga karena banyak waktu yang kami bertiga habiskan bersama tetapi banyak waktu itu Kemi yang lebih banyak menemani kegiatan kami seperti ke kampus, mencari dosen, ketemu validator, dan lain-lain. Makanya ketika ada kegiatan yang bisa Kemi ikuti aku merasa antusias karena bisa sedikit mengganti peran, yaitu kami yang menemani Kemi untuk kegiatannya.

Alhamdulillah, Kemi sampai saat ini (dan semoga kelak juga begitu) merupakan anak yang tidak banyak menuntut dan empati khususnya terhadap kami selaku orang tuanya. Dengan rasa bersalah aku berterus terang kepada Kemi bahwa kegiatan hari ini nggak jadi karena hujan dan juga Kemi yang sedang batuk pilek. Aku juga meminta maaf karena ternyata tidak seperti rencana yang aku katakan sebelum-sebelumnya.

Awalnya Kemi masih juga bilang ketemu teman dan menangkap ikan. Tetapi setiap Kemi bilang seperti itu setiap itu juga aku mengatakan hal yang sama dengan permintaan maaf bahwa rencana tidak jadi dan kenapa tidak jadi. Aku juga mengajaknya untuk bermain di rumah saja bersama umi dan ayah dan bertanya kepadanya mau main apa. Alhamdulillah, Kemi paham bahwa kegiatan kami hari itu seperti rencana di awal dicancel. Dan di dalam hati aku berjanji akan menggantinya di lain waktu untuk mengajaknya pergi ke kegiatannya bukan ke kegiatan orangtuanya.

Terkadang, banyak orang tua terutama yang belum pernah mendapatkan ilmu parenting menganggap tidak perlu meminta maaf kepada anak, karena anak yang meminta maaf kepada orang tua. Di keluarga kecil kami, semenjak Kemi berusia 8 atau 9 bulan, kami sudah memasukkan adab pembiasaan TTM (tolong, terima kasih dan maaf) untuk Kemi.

Wallahualam….

img_20160805_112858