Apresiasi … :)

Bismillah… 30 Januari 2017

Salah satu tugas mahasiswa akhir adalah membuat tugas akhir sebagai salah satu syarat sidang buat kelulusan. Nah, sebelum itu masih ada serangkaian tugas yang harus dilalui, salah satunya adalah memvalidasi instrument yang telah dibuat. Hari ini di keluarga kecil kami temanya adalah mencari dan bertemu validator. Sejak subuh sudah terlihat kesibukan ayah mempersiapkan berkas-berkas yang harus diserahkan kepada validator-validator yang akan dihubungi. Sedangkan aku berusaha merevisi instrument multimedia tes yang akan divalidator oleh rekanku.

Pagi menjelang, matahari pagi sayup-sayup menampakkan aura jingganya seantero nusantara dan Kemipun bangun siap beraktivitas. Ketika kami selaku orangtuanya terlihat sibuk dengan laptop dan printer maka Kemi juga akan “merasakan” dan menggerakkan diri bahwa dia juga harus ikutan sibuk -_-“

Aksi pertama Kemi mau ikutan duduk di kursi di  mana aku berada. Tapi aku tidak terlalu memperdulikannya (kata suamiku inilah salah satu kelebihan dan kekuranganku, ketika aku fokus terhadap satu hal, maka hal lain tidak akan kugubris).  Karena beberapa kali tidak aku perdulikan Kemi beralih untuk “bernegosiasi” dengan ayahnya yang sedang ngeprint. Awalnya beberapa kali ayah mengatakan kepada Kemi untuk melihat saja tetapi yang namanya anak usia segitu, mana tahan dengan bunyi dan kertas yang tiba-tiba keluar dari mesin print.

Ayah mengubah kalimat perintahnya menjadi ajakan agar Kemi membantu ayah. Dengan cara mengambilkan kertas yang keluar untuk dikasikan ke ayah. Dan ternyata cara ini sangat efektif. Kemi sangat senang dan bersemangat membantu ayahnya. Ketika kertas keluar dari mesin print dia langsung mengambilnya sambil tertawa-tawa dan memberikannya kepada ayah.

Setelah beberapa saat kerjaanku beres, aku langsung menghampiri Kemi dan meminta maaf. Di saat itu Kemi juga minta jalan dan keluar. Tetapi karena kondisi dan situasi yang belum memungkinkan maka aku tidak meng acc permintaannya itu. Dan aku mengajukan option untuk Kemi jika dia mau menunggu sampai kerjaan ayah dan umi nya benar-benar selesai maka nanti sore kita akan keluar (karena memang ada janji dengan salah satu validator 😛 ). Jika Kemi masih terus menuntut untuk keluar sekarang dia tidak akan mendapatkannya dan kemungkinan nanti sore juga tidak akan jalan keluar.

Alhamdulillah Kemi (ntah paham atau belum 😀 ) memilih untuk mengambil balok-baloknya dan memainkannya sambil memperlihatkannya kepada kami di saat dia sudah menyusun balok-balok itu. Terkadang dia bilang unta, robot dan menara masjid. Yaaah, apapun yang disodorkannya ntah itu mirip atau nggak sama sekali kita tetap mengapresiasi dengan tepuk tangan, ucapan dan pelukan serta ciuman. Dan itu membuatnya semakin bersemangat untuk membuat beragam bentuk yang lain dari balok-baloknya.

Wallahualam….

IMG_20160614_191724 (1)

Iklan