Dua Telinga Satu Mulut…

Bismillah… 31 Januari 2017

Banyak cara dan tempat yang bisa dilakukan untuk ‘belajar’ berkomunikasi secara produktif bersama keluarga. Bukan hanya harus di rumah, di waktu yang telah ditetapkan dan dengan cara yang formal. Tetapi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja termasuk ketika sedang berada di rumah makan. Sambil makan, sambil ngobrol mengenai rutinitas dan target yang hendak dicapai.

Keluarga kecil kami sedang menikmati suasana nyaman dan makanan enak khas Sunda di salah satu tempat makan di kota ini. Sambil menunggu pesanan kami datang, di waktu itulah kami mencoba memanfaatkannya untuk mengupas target-target kehidupan kami, salah satunya mengenai pencapaian suami di masa yang akan datang berhubungan dengan kegiatan barunya di green warrior.

Banyak hal yang beliau ungkapkan terutama pertimbangan-pertimbangan mengapa beliau harus giat di sini dan meminta dukungan dan doa dari kami selaku anak istrinya. Di saat ini aku lebih banyak diam mendengarkan dan mencoba serta menahan untuk menyela apa yang diungkapkan walau di sisi lain masih banyak keraguan yang menghampiri ketika suami terjun di bisnis ini.

Kita diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut, yang menandakan bahwa kita diminta untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Dan menurutku, ketika aku melakukannya ada keistimewaan tersendiri. Salah satunya aku bisa melihat binary semangat di wajah suamiku ketika dia berbicara dengan semangat.

Dari sini, aku mencoba untuk memaklumi dan memahami serta mencoba untuk mendukung apa yang ingin beliau lakukan. Toh, tidak ada salahnya juga kalau memang itu untuk kebaikan bersama. Heee …

Wallahualam…