Gelap Gulita Yang Menyenagkan

Bismillah… 2 Februari 2017

Di dalam kegelapan biasanya kita akan menemukan dan melihat cahaya sekecil apapun cahaya itu. Seperti malam ini, listrik di komplek kami mati, walhasil suasana gelap gulita tanpa penerangan seperti biasanya, hanya sebuah lampu meja mini yang disambungkan melalui kabel usb ke power bank.

Dalam keadaan seperti itu ada syukur di hati karena kami bisa berkumpul bersama dalam satu ruangan. Jika biasanya cuma bisa berdua sedangkan salah satu terutama si kecil asyik dengan kegiatannya sendiri, malam ini semuanya duduk manis melingkar bersama 😀

Di suasana temaram itu kami memulai diskusi atau obrolan santai kami mengenai kegiatan kami di hari itu dari pagi menjelang sore. Banyak hal yang mesti kami evaluasi salah satunya mengenai program kegiatan Kemi. Apa saja yang ingin di’instal’ dan ditambahkan serta bagaimana cara menjalankan program-program tersebut. Selain itu kami juga mengevaluasi target-target terutama target kuliah kami. sudah sampai mana saja yang kami lakukan dan kendala apa saja yang masing-masing hadapi.

Bukan hanya masalah target dan program saja, malam ini juga kami saling meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas peran dan tugas masing-masing yang telah dijalankan dan telah menjadi bagian dalam keluarga kecil ini. Bahkan kepada Kemi juga banyak terima kasih kami ucapkan karena memang, salah satunya di saat-saat ‘kritis’ kami dialah pelipur dan pencair suasana di tengah-tengah kami.

Di mala mini juga Kemi belajar sesuatu mengenai bayangan, besar dan kecil. Karena suasana temaram, otomatis bayangan yang dihasilkan lebih jelas dan bisa digunakan untuk belajar dan bermain. Dimulai dari ayah yang mencoba membuat bentuk burung, anjing, dan dinosaurus. Kemudian Kemi juga tertarik dengan berdiri memperlihatkan bayangannya yang besar dan kemudian dia merapat ke dinding terlihat bayangannya mengecil. Hal tersebut membuat kami mengenalkan konsep besar kecil. Karena baru menemui kejadian tersebut, Kemi sangat antusias dan berkali-kali dia maju dan mundur melihat bayangannya sambil tertawa-tertawa.

Pikiran positif membuat suasana mencekam menjadi menyenangkan. Yup, kita tidak melihat listrik mati malam ini sebagai sesuatu yang menjengkelkan. Tetapi menjadi sesuatu dalam merekatkan hubungan serta mendapatkan pembelajaran baru bagi Kemi dan juga kami selaku orangtuanya. Bahkan, di malam ini ada ‘teman’ baru yang hadir. Namanya kunang-kunang. Sudah lama rasanya aku tidak melihat hewan ini. Malam ini terasa luar biasa karena bisa melihat hewan ini. Sambil mengenalkan ke Kemi hewan apa itu dan kelebihannya berupa bisa memunculkan cahaya di bagian ekornya.

Wallahualam….

img_20170202_192759_hdr

Iklan