Counting

Bismillah…

Media edukasi yang dibikin sendiri ternyata selain efektif buat anak juga efektif buat waktu emaknya. Kenapa? karena dilain waktu ketika emak tidak ada waktu untuk membuat media main dan belajar, media yang pernah dibuat bisa digunakan kembali.

Alhamdulillah salah satu media edukasi Kemi yang pernah dibuat ketika pekan matematika, dibawa ayah ketika berkunjung ke Kalimantan beberapa waktu lalu. Hari ini emak lagi riweh ga bisa mikirin apalagi buat media main dan belajar bang Kemi, alhasil emaknya nawarin bang Kemi buat main media yang ada, yaitu dadu beserta papan angka nya. Dan alhamdulillah ternyata bang Kemi mau dan masih antusias 🙂

Cara mainnya gampang sekali, bang Kemi melemparkan dadu, kemudian menghitung bulatan yang tampil di muka dan selanjutnya memilih kartu angka sesuai dengan bilangan dadu yang muncul. Alhamdulillah hari ini bang Kemi tetap bermain bermakna bersama Umi 🙂

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak Umi 🙂

 

Iklan

Mengenal M, N, dan K

Bismillah…

Hari ini bang Kemi belajar dan bermain dengan huruf M, N dan K. Selain mengenal huruf-huruf tersebut, bang Kemi juga dikenalkan dengan hewan-hewan yang berawalan dari huruf-huruf tersebut.

Kegiatan awal bang Kemi diminta untuk memilah dan memilih hewan-hewan yang berawalan dari huruf M, N, dan K. Setelah agak lama memilih dari 100 kertas gambar hewan yang tersedia, akhirnya terpilihlah 3 hewan dengan awalan M, 1 hewan awalan N, dan 3 hewan dengan awalan K. Setelah hewan-hewan sudah terpilih bang Kemi mulai menempelkan hewan-hewan tersebut sesuai dengan awalan huruf yang tersedia.

Kegiatan ini mempunya beberapa manfaat antara lain anak secara tidak langsung mampu mengingat huruf,  anak juga belajar untuk membuat kata berawalan huruf yang dipelajari, anak juga mengenal hewan-hewan, serta anak mampu mengklasifikasikan hewan-hewan yang dimaksud.

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak Umi 🙂

Menjahit

Bismillah…

Hari ini kembali melatih motorik halus bang Kemi dengan cara menjahit. Bahan yang dipakai kali ini adalah kain flanel dan tali sepatu. Kain flanel dilubangi di bagian sisi-sisinya dan bang Kemi diminta untuk memasukkan tali sepatu ke lubang-lubang berurutan.

Di awal kegiatan bang Kemi mampu untuk memasukkan tali ke lubang secara berurutan tetapi setelah melewati 4 lubang, konsistensi bang Kemi goyah dan dia mulai memasukkan tali sepatu ke lubang secara acak, hehehe

Kegiatan ini bermanfaat dalam melatih motorik halus, kesabaran, dan juga matematika. matematika yang dimaksud di sini adalah cara berpikir sistematis (berurut) dan juga menghitung berapa tusukan yang berhasil dilakukan oleh bang Kemi dalam menjahit kain flanel tersebut 🙂

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak Umi 🙂

Topeng Wajah…

Bismillah…

Bulan ini tema bermain dan belajar bang Kemi serta dede Alfath mengenai Tubuhku. Salah satu bagian tubuh yang diperkenalkan terlebih dahulu adalah wajah. Jika dede Alfath diperkenalkan dengan cara bernyanyi sembari memegangkan bagian tubuh yang dimaksud, berbeda halnya dengan bang Kemi yang sudah tau bagian tubuh yang dimaksud, heheh

Dalam pengenalan anggota wajah, bang Kemi membuat ‘replika’ wajah yang terdiri atas rambut, telinga, mata, hidung, dan mulut. Umi hanya menyediakan bahan-bahan yang akan dipakai, dan bang Kemi sendiri yang menempel dan mengatur tempat penempelan. Alhamdulillah, bang Kemi bisa menempelkan semua anggota wajah sesuai dengan peruntukkannya, bahkan karena Umi tidak menyiapkan bahan buat alis, bang Kemi yang berkomentar bahwa alisnya nggak ada dan seharusnya ada di atas mata. Akhirnya Umi tambahin aja alisnya memakai pena. Hihihh

Selang beberapa saaat bang Kemi memperhatikan replika wajah yang dibuatnya, bang Kemi berujar bahwa kurang sesuatu yaitu jenggot. Dia membayangkan bahwa replika wajah yang dibuatnya adalah ayahnya maka dari itu replika tersebut kurang jenggot karena ayahny berjenggot. Hmmm Aku semakin menyadari bahwa sulungku merindukan ayahnya, salah satu sosok yang dekat dengan dirinya, hmm sabar ya nak insyaAllah akan indah pada waktunya 🙂

Ada beberapa manfaat dalam permainan kali ini selain tentu saja lebih mengenal anggota tubuh bagian wajah, yaitu manfaat matematika. Waaaah, matematika? Yup, karena kita tahu bahwa matematika bukan saja berhubungan dengan kuantitas, membilang dan angka-angka, tetapi juga dengan cara berpikir dan mengurutkan. Permainan ini mengajak anak untuk berpikir dan membayangkan apa saja yang ada di wajah dan anak bisa menginterpretasikannya melalui bahan-bahan yang telah disediakan 🙂

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak umi 🙂

Counting with CPD :)

Bismillah…

Hari ini bang Kemi memilih buku Cakrawala Pengetahuan Dasar (CPD) buat menemani jadwal bermain belajarnya di pagi hari, dan buku CPD yang dipilihnya adalah mengenai tema berhitung (matematika) (wah pas sekali dengan tema tugas bunsay kali ini, lumayan buat setor tugas, xixixi).

Buku yang bertema matematika ini unik, karena halamannya pada buku ini ‘terbelah’ antara atas dan bawah, jadi anak bisa memilih membuka halaman bagian bawah atau atas untuk memperkuat pengenalan bilangan. Dimulai dengan membacakan berulang pada halaman atas mengenai angka 1 dan 2, bang Kemi terus membuka bagian bawah agar dia lebih mengenal bentuk angka 1 dan 2. Setelah halaman iris bagian bawah habis, baru dia melanjutkan membuka halaman atas untuk angka seterusnya hingga angka 10.

Alhamdulillah kali ini bang Kemi anteng hingga halaman atas menunjukkan angka 10, bahkan dia ingin berlanjut ke halaman berikutnya, mempelajari angka dengan cerita yang lebih spesifik yang disertai dengan penjumlahan dan angka. Hmmm, awalnya aku ingin menolak, karena memang sudah menjadi kebiasaanku jika bermainnya langsung menggunakan buku seperti ini untuk mengcover belajarnya, maksimal adalah 10 menit, lebih dari itu biasanya ‘kekacauan’ yang terjadi, maklum saja waktu konsentrasi maksimal anak seumur Kemi sebenanrnya hanya 3 menit saja, sisanya hmmm bisa dilihat dan dicoba sendiri, wkwkkw

Kucoba mengikuti apa yang diinginkan Kemi untuk masuk ke tahap berikutnya, dan ternyata memang, ketika memasuki halaman kedua dia sudah bosan dan langsung meninggalkan tempat kami duduk, hehehhe 🙂

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak umi 🙂

Maze Runner :)

Matematika bukan hanya berbicara masalah angka dan perhitungan atau membilang, tetapi lebih luas dari itu dan bisa mencakup seluruh aspek kehidupan. Bermain mencari jejak atau bermain labirin untuk sampai ke tempat yang ingin dituju juga termasuk matematika, walaupun labirinnya masih berjenis 2 dimensi bukan 3 dimensi, hehehe

Hari ini bang Kemi kubuatkan labirin ala-ala Umi Kemi, labirin sederhana menyesuaikan dengan tahap perkembangannya. Dalam permainan ini banyak sekali manfaat yang diperoleh, antara lain anak belajar mengenai problem solving dan berpikir logis (bagaimana cara agar bisa mencapai tempat yang diinginkan melalui jalannya), melatih motorik halus, sikap teliti dan hati-hati.

Dalam proses pembuatannya, bang Kemi juga turut andil dengan ikut menempelkan gambar benda-benda yang ditempel diujung-ujung jalan labirin. Salah satu tujuan anak diikutkan dalam proses pembuatan/teknis adalah agar anak bisa lebih menghargai media yang akan digunakannya untuk bermain dan belajar. selain itu dengan diikutsertakannya anak dalam proses pembuatan, anak akan lebih antusias ketika akan bermain.

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak Umi 🙂

Susu

Bismillah…

Salah satu kandungan gizi yang harus terpenuhi terutama dalam masa-masa tumbuh kembang adalah protein, baik itu yang berasal dari hewan maupun tumbuhan serta lemak. Salah satu makanan/minuman yang mengandung protein hewani dan lemak adalah susu. Walau memang susu bukan makanan utama, tetapi merupakan makanan pelengkap yang cukup penting.

Siang ini aku membeli 3 kotak susu buat bang Kemi. Spontan saja kuletakkan di lantai kamar sebelum kusimpan ke dapur karena aku hendak ganti pakaian terlebih dahulu. Tiba-tiba saja bang Kemi sudah menyusun kotak-kotak tersebut dan bilang ‘wah, Umi beli susu kambingnya banyak, ada 3’. Akupun langsung melihat ke arahnya dan mengiyakan pernyataannya.

Bang Kemi kemudian mengambil 1 kotak susu bagian atas dan berkata bahwa dia ingin minta dibuatkan susu. Kemudian dia juga berkata bahwa susu kambing yang dilantai sisa 2 aja karena dia sudah mengambil 1 kotak yang berada di atas.

Waaah, secara tidak langsung bang Kemi belajar dan memahami mengenai pengurangan. Alhamdulillah, sholih dan cinta ilmu selalu ya anak-anak umi 🙂

 

Kancing

Bismillah…

Salah satu kemampuan atau kemandirian yang harus dilatih pada anak adalah memasang dan melepas pakaian. Pada usia bang Kemi sekarang yang hampir menginjak 3 tahun, kemampuan ini sangat penting, agar bang Kemi tidak perlu menunggu Umi untuk memasang atau sekedar melepaskan pakaiannya yang terkadang harus fokus dulu ke adiknya.

Pada awalnya Umi ingin melatih life skill bang Kemi langsung memasang dan melepas kancing bajunya yang asli tetapi Umi malah takut sendiri kancing-kancing bajunya lepas (maklum saja, dengan bayi dan batita tanpa ayahnya di samping, waktu begitu sangat berharga, jadi untuk menangani yang remeh temeh seperti harus menjahit kancing baju yang lepas bagiku untuk saat ini buang waktu, heu heu heu).  Akhirya aku membuatkan replika baju yang berkancing buat bang Kemi.

Selain buat melatih life skillnya dalam memasang dan melepas kancing baju, aku juga sekalian memasukkan unsur matematika disitu (sekalian karena tugas bunday kali ini berhubungan dengan matematika disekitar), hehehe. Aku memilih pola kancing dengan ukuran besar-sedang-kecil. Kujahitkan di replika baju dan kususun berurutan agar bang Kemi semakin memahami mengenai ukuran besar-kecil dan urutan.

Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak Umi 🙂

Balok-Balok

Bismillah…

Dunia anak memang identik dengan dunia bermain, aku setuju kalimat ini. Asalkan bermainnya adalah bermain bermakna, bukan asal bermain tanpa arah dan tujuan yang jelas. Salah satu permainan yang menurutku erat sekali hubungannya dengan matematika adalah bermain lego atau balok-balok.

Pagi ini bang Kemi memilih untuk bermain balok warna warni dengan bermacam bentuk. Pada kegiatan ini banyak hal yang dapat dipelajaari olehnya, antara lain, belajar mengklasifikasi warna, belajar mengenai geometri (mengenal bentuk lingkaran, segiempat, dan segitiga), bangun ruang, bahkan mengasah berpikir logis.

Dengan balok-baloknya, bang Kemi membuat beberapa bentuk bangunan, dan dia bilang bahwa yang dibikinnya adalah rumah buat Umi (huff aku merasa terharu ,heu heu heu). Diselingi pembuatan bangunannya, aku mengajukan beberapa pertanyaan mengenai bentuk dari balok, karena bentuk-bentuk seperti segitiga, segiempat, dan lingkaran sudah pernah kami pelajari walau masih dalam bentuk 2 dimensi. Mumpung ada bentuk 3 dimensinya sekalian saja meriview apa yang sudah pernah didapatnya.

Alhamdulillah bang Kemi bisa menyebutkan bentuk-bentuk baloknya. Selanjutnya aku mengemukakan beberapa contoh bentuk tersebut pada benda yang ada di sekitar bang Kemi, misalnya segiempat contohnya pada jam dinding ada di belakangnya, kemudin bang Kemi langsung berujar sembari mengambil balok lingkaran, bahwa bentuk tersebut kayak roda mobil dan dia langsung menggelindingkan balok tersebut 🙂

Alhamdulillah sampai tahap ini bang Kemi mulai memahami ketiga bentuk geometri sederhana ini. Sholih dan cinta ilmu selalu anak-anak umi 🙂

Mainan Transportasiku

Wajar dikala anak laki-laki gemar bermain dengan mode alat transportasi seperti motor, mobil, pesawat, kapal, kereta dan lain-lain. Terkadang, ketikaa sudah memegang replika mode transportasi tersebut, anak-anak akan hanyut bersama mainan mereka tersebut. Entah itu berperan seakan-akan sedang mengendarai atau mungkin hanya sekedar menggerak-gerakkan mainan tersebut diiringi dengan suara khas dari masing-masing kendaraan.

Bang Kemi salah satu anak yang termasuk dalam tipe seperti itu. Di saat memegang mainan kendaraan maka secara otomatis dia akan melakukan role playing dan asik dengan dunianya itu. Jika ditanya apa cita-citanya, maka tak heran dia akan menjawab “pilot” karena salah satu kendaraan atau mainan transportasi favoritenya adalah pesawat, heheheh

Pagi ini setelah selesai mandi, tiba-tiba bang Kemi menyusun mainan transportasi yang ada di dekatnya. Setelah disusun berjejer, tanpa diinstruksikan bang Kemi menghitung mainannya tersebut dan langsung ‘melaporkan’ kepadaku. “umi, Umi liat, mainan abang disusun biar rapi, ada 5 Mi mainannya” begitu ujar bang Kemi dengan semangat. Akupun langsung menanggapi dengan wajah berbinar dan meminta bang Kemi untuk memperlihatkan kembali cara menghitungnya agar aku bisa melihat secara langsung (iseng banget uminya, padahal mah biar bisa difoto, wkwkwkw).

Alhamdulillah… ini adalah salah satu praktek dari kegiatan matematika di dalam kehidupan bang Kemi sehari-hari. Semoga selalu sholih dan cinta ilmu ya anak-anak Umi 🙂